1 HAL itu adalah……,


Lifetime Value


Apa itu LV (Lifetime Value)?
  • LV itu adalah POTENSI keuntungan yang bisa kita dapatkan dari pelanggan kita.
  • Rumusnya = BESARnya keuntungan X SEBERAPA SERING transaksi itu terjadi.
Puyeng?

OK dipersimpel!

👇

Repeat Order!

(Pelanggannya Beli Lagi!)


Kalo udah pake istilah “repeat order”, udah pasti paham.

Langsung contoh deh, biar gampang dipahami.

Narkoba


Kasih aja gratis sekali dua kali ke anak broken home atau orang yang gak percaya diri.

Abis itu gak perlu nawarin lagi! Customernya yang bakalan nyariin!

Kalau customernya gak narkoba-an lagi, bakalan sakau, sakit, merana, jerit menjerit serasa ditusuk – tusuk badannya. Jadi pasti diusahakan banget untuk beli lagi!

Sebungkus narkoba untungnya gede banget, frekuensi customer beli barangnya juga sering.

Inget rumus LV diatas?

Keuntungan GEDE

X

SERING Beli

=

Kaya Raya!

Maka dari itu…,

  • Paham kan, kenapa penjahat – penjahat ujungnya rebutan untuk terjun ke bisnis narkoba?
  • Paham kan kenapa sudah banyaaaaak banget yang ketauan, digebukkin, dipenjara, bahkan dihukum mati, tapi tetap saja banyak yang memilih karir sebagai bandar narkoba?
Soalnya narkoba itu produk yang LVnya tinggi broo…siss….maaakkk…paaak…bu!

Rokok


Sama lah ya sama contoh narkoba diatas.
  • Bedanya; narkoba, gak boleh dijual. Rokok, boleh.
  • Bedanya lagi; kalau jualan narkoba ditangkep & dipenjara. Kalau rokok, boleh didagangin di negara ini.
Makanya di deretan 10 orang terkaya di Indonesia itu, 3 orang diantaranya dipegang oleh pemilik perusahaan rokok. 3 loh! TIGA! 😀


Sebelum Anda marah – marah ke saya karena memberikan contohnya adalah narkoba & rokok, tahan diri dulu!

Mari kita lanjut ke contoh barang – barang berikutnya yang juga mempunyai LV tinggi.
Social Media
dibuat denganberdu