Developer saya membuat suatu layanan pembelajaran online.

Minta direview oleh saya.

Saya datang ke websitenya.

Saya registrasi.

Saat itu juga saya langsung ke Inbox Email saya.

Dan yang saya lihat adalah:

Lalu saya buka, untuk memastikan kalau itu email yang masuk ke spam adalah benar email yang terkirim melalui hostingnya si developer saya tersebut.

Saya buka ...

Yak benar! Itu emailnya. Masuk SPAM!

Anda mau ngirit gitu? Bangun list menggunakan hosting sendiri gitu?

Lihat yang terjadi?

SPAM!

Let's Say Anda punya 10.000 List Email. Dibangun dengan susah payah dan tak lupa penuh cinta.

Tapi begitu Anda send email ke list Anda, masuknya Spam.

Pertanyaan saya:

Ngapain?!!!

Note:

  • Bukannya saya berdasarkan 1 case ini, lalu serta merta saya buat artikel ini.
  • Tidak.
  • Karena sebenarnya sudah ada beberapa case dr temen-temen yg send emailnya make Hosting sendiri, hasilnya juga seperti ini. Masuk SPAM!
  • Saya juga ada. Satu niche. Udah sampai 5000 list saya. Taunya masuk spam hampir 80%-nya! :(

Tambahan Screenshoot yang maen saya tambahkan sajadari status salah satu temen di Facebook saya, untuk pelengkap artikel ini.

Kalau mau tetep menggunakan script-script, plugin, atau software autoresponder sendiri yang tidak perlu membayar biaya bulanannya, sudah ada alternatifnya, yaitu dengan menggunakan layanan SMTP Server! Apa itu SMTP Server??? Simak video dibawah ini (PENTING):

Social Media
dibuat denganberdu